Pada kesempatan
kali ini saya akan membuat sebuah artikel yang mana artikel tsb sebagai bahan
renungan kita bersama, karena dalam hidup ini kita sebagai manusia butuh sebuah
renungan sebagai bentuk kesadaran kita akan pentingnya hidup ini. Terlebih kita
disini berstatus sebagai santri yang notabennya paham betul tentang permasalah
agama, dari situ kita dituntut untuk bijak dalam menghadapi problematika
kehidupan yang fana ini.
Baiklah saya
tidak akan panjang lebar dalam menulis artikel ini, karena pada dasarnya
percuma bila kita menulisnya panjang lebar tapi isinya tak mengena atau
berpengaruh terhadap para pembaca, tapi alangkah baiknya jika sebuah artikel iu
pendek, ringkas, jelas dan mengena dihati pembaca.
Saya akan
memulainya dengan membahas tentang berharganya sebuah waktu, da nada keterkaitan
dengan menyambut bulan suci ramadhan yang sebentar lagi akan kita singgahi,
kenapa saya memilih unuk membahas tentang waktu padahal banyak sekali tema yang
lain terutama yang berkaitan dengan kondisi masyarakat pada bulan ini. Alasanya
sederhana, karena hal yang terpenting dalam hidup ini ialah waktu, berapa
banyak orang yang jatuh dalam penyesalan hanya karena tidak menghargai waktu
dan menyia-nyiakannya begitu saja, padahal itu adalah hal yang sepele dan remeh
dimata kita tapi sangat penting dalam kehidupan ini.
Sebagaimana
yang dikatakan oleh Al-Habib Ali Baharun selaku mudir Ma’had Ba’alawi dalam
rutinitas pengajian beliau setiap hari jum’at setelah pembacaan sholawat
Mudhoriyyah yang diikuti oleh seluruh santri Ma’had Daarul Lughoh Wad Da’wah,
beliau mengatakan : “Gunakanlah sebaik-baiknya waktu kalian, jangan sampai
terlewat begitu saja walaupun hanya satu detik, karena satu detik itu sangat
berharga”. dari sini saya mencoba mengambil hikmah melalui perkataan beliau
, kenapa beliau berkata demikian, tidak lain karena beliau tahu betapa sangat
berharganya waktu sampai beliau sering memperingatkan kepada santri tentang
berharganya waktu hampir disetiap
pengajian beliau.
Beliau juga
mengatakan : “jangan sia-siakan walau hanya satu detik”. Dari sini kita bisa
ambil kesimpulan bahwa waktu yang hanya satu detik itu bisa membawa kita kepada
kebaikan, dengan apa kita melakukannya ? tentu saja dengan berdzikir mengingat
Allah SWT. Entah itu dengan kita membaca
Tasbih, Tahmid, Tahlil atau Takbir. Terlebih sekarang kita berada pada bulan
Rajab yang termasuk dalam bulan-bulan haram, yang mana pada bulan tsb seluruh
amalan kita baik yang baik ataupun yang buruk akan dilipat gandakan pada
bulan-bulan haram tsb.
Yang berarti
jika kita melakukan suatu amalan baik maka pahala kita akan dilipat gandakan
tapi apabila kita melakukan suatu amalan buruk maka dosa kita yang akan dilipat
gandakan, maka dari itu berhati-hatilah dalam menggunakan waktu.
Kita juga
dianjurkan untuk memperbanyak istighfar kepada Allah pada bulan rajab, karena
rajab adalah bulan Allah, sebagaimana dalam Hadits Nabi SAW : “rajab adalah
bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku”.
Kalau kita mau
teliti kembali, akan ada banyak waktu yang kita sia-siakan setiap harinya, walaupun
dipondok ini rutinitas kegiatan sangat padat tapi waktu kosong pun banyak,
kenapa kita tidak mengetahuinya ? karena kita sangat tidak memperhatikan waktu.
Kita ambil contoh : disela-sela pembagian Nasi, baik itu pada pagi hari, siang
atau pun malam, itu adalah waktu kosong kita. Saat mengantri dikamar mandi
tanpa kita sadari waktu terbuang begitu saja, dan yang tidak kalah pentingnya
ialah pada saat kita beranjak dari kamar hendak pergi ke suatu tempat baik itu
pergi ke kelas, ke masjid, ke Syirkah (Tempat Jajan ) atau ke tempat yang
lainnya. Alangkah baiknya pada waktu-waktu tersebut kita gunakan untuk membaca
istighfar, karena pada bulan ini kita dianjurkan untuk memperbanyak istighfar,
dan pada bulan sya’ban kita dianjurkan untuk memperbanyak sholawat kepada Nabi
SAW. Baru setelah itu kita memasuki bulan yang penuh rahmat dan magfiroh yaitu
bulan suci ramadhan dalam keadaan penuh dengan pahala daripada bulan-bulan
sebelumnya dan kita telah siap melaksanakan kewajiban berpuasa satu bulan penuh
dengan hati yang ikhlas karena Allah semata. Saat itulah kita dianjurkan untuk
memperbanyak membaca Al-Qur’an. Sungguh alangkah nikmatnya hidup ini jika kita
melakukan rutinitas kegiatan dipondok dengan dibarengi bibir yang basah karena
selalu berdzikir mengingat Allah pada waktu-waktu kosong.
Dan semoga kita
semua mendapatkan Taufik dari Allah SWT untuk bisa melakukan itu semua, dan
semoga kita dikumpulkan bersama rasululloh SAW, karena beliau bangga terhadap
umatnya yang selalu ingat Allah dan Rasulnya. Akhirnya saya sudahi artikel ini
dengan membaca sholawat kepada Nabi SAW. Dan semoga artikel ini bias bermanfaat
kepada semua yang membaca dan pembaca bisa mengamalkannya. Amiin !
Allahumma
Sholli ‘ala sayyidina Muhammad….

No comments:
Post a Comment