Sunday, 17 April 2016

Menyambut bulan Ramadhan dengan pahala yang berlimpah



Pada kesempatan kali ini saya akan membuat sebuah artikel yang mana artikel tsb sebagai bahan renungan kita bersama, karena dalam hidup ini kita sebagai manusia butuh sebuah renungan sebagai bentuk kesadaran kita akan pentingnya hidup ini. Terlebih kita disini berstatus sebagai santri yang notabennya paham betul tentang permasalah agama, dari situ kita dituntut untuk bijak dalam menghadapi problematika kehidupan yang fana ini.

Baiklah saya tidak akan panjang lebar dalam menulis artikel ini, karena pada dasarnya percuma bila kita menulisnya panjang lebar tapi isinya tak mengena atau berpengaruh terhadap para pembaca, tapi alangkah baiknya jika sebuah artikel iu pendek, ringkas, jelas dan mengena dihati pembaca.

Saya akan memulainya dengan membahas tentang berharganya sebuah waktu, da nada keterkaitan dengan menyambut bulan suci ramadhan yang sebentar lagi akan kita singgahi, kenapa saya memilih unuk membahas tentang waktu padahal banyak sekali tema yang lain terutama yang berkaitan dengan kondisi masyarakat pada bulan ini. Alasanya sederhana, karena hal yang terpenting dalam hidup ini ialah waktu, berapa banyak orang yang jatuh dalam penyesalan hanya karena tidak menghargai waktu dan menyia-nyiakannya begitu saja, padahal itu adalah hal yang sepele dan remeh dimata kita tapi sangat penting dalam kehidupan ini.
 
Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Habib Ali Baharun selaku mudir Ma’had Ba’alawi dalam rutinitas pengajian beliau setiap hari jum’at setelah pembacaan sholawat Mudhoriyyah yang diikuti oleh seluruh santri Ma’had Daarul Lughoh Wad Da’wah, beliau mengatakan : “Gunakanlah sebaik-baiknya waktu kalian, jangan sampai terlewat begitu saja walaupun hanya satu detik, karena satu detik itu sangat berharga”. dari sini saya mencoba mengambil hikmah melalui perkataan beliau , kenapa beliau berkata demikian, tidak lain karena beliau tahu betapa sangat berharganya waktu sampai beliau sering memperingatkan kepada santri tentang berharganya waktu hampir  disetiap pengajian beliau.

Beliau juga mengatakan : “jangan sia-siakan walau hanya satu detik”. Dari sini kita bisa ambil kesimpulan bahwa waktu yang hanya satu detik itu bisa membawa kita kepada kebaikan, dengan apa kita melakukannya ? tentu saja dengan berdzikir mengingat Allah SWT. Entah itu dengan  kita membaca Tasbih, Tahmid, Tahlil atau Takbir. Terlebih sekarang kita berada pada bulan Rajab yang termasuk dalam bulan-bulan haram, yang mana pada bulan tsb seluruh amalan kita baik yang baik ataupun yang buruk akan dilipat gandakan pada bulan-bulan haram tsb.
Yang berarti jika kita melakukan suatu amalan baik maka pahala kita akan dilipat gandakan tapi apabila kita melakukan suatu amalan buruk maka dosa kita yang akan dilipat gandakan, maka dari itu berhati-hatilah dalam menggunakan waktu.
Kita juga dianjurkan untuk memperbanyak istighfar kepada Allah pada bulan rajab, karena rajab adalah bulan Allah, sebagaimana dalam Hadits Nabi SAW : “rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku”.

Kalau kita mau teliti kembali, akan ada banyak waktu yang kita sia-siakan setiap harinya, walaupun dipondok ini rutinitas kegiatan sangat padat tapi waktu kosong pun banyak, kenapa kita tidak mengetahuinya ? karena kita sangat tidak memperhatikan waktu. Kita ambil contoh : disela-sela pembagian Nasi, baik itu pada pagi hari, siang atau pun malam, itu adalah waktu kosong kita. Saat mengantri dikamar mandi tanpa kita sadari waktu terbuang begitu saja, dan yang tidak kalah pentingnya ialah pada saat kita beranjak dari kamar hendak pergi ke suatu tempat baik itu pergi ke kelas, ke masjid, ke Syirkah (Tempat Jajan ) atau ke tempat yang lainnya. Alangkah baiknya pada waktu-waktu tersebut kita gunakan untuk membaca istighfar, karena pada bulan ini kita dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, dan pada bulan sya’ban kita dianjurkan untuk memperbanyak sholawat kepada Nabi SAW. Baru setelah itu kita memasuki bulan yang penuh rahmat dan magfiroh yaitu bulan suci ramadhan dalam keadaan penuh dengan pahala daripada bulan-bulan sebelumnya dan kita telah siap melaksanakan kewajiban berpuasa satu bulan penuh dengan hati yang ikhlas karena Allah semata. Saat itulah kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Sungguh alangkah nikmatnya hidup ini jika kita melakukan rutinitas kegiatan dipondok dengan dibarengi bibir yang basah karena selalu berdzikir mengingat Allah pada waktu-waktu kosong.

Dan semoga kita semua mendapatkan Taufik dari Allah SWT untuk bisa melakukan itu semua, dan semoga kita dikumpulkan bersama rasululloh SAW, karena beliau bangga terhadap umatnya yang selalu ingat Allah dan Rasulnya. Akhirnya saya sudahi artikel ini dengan membaca sholawat kepada Nabi SAW. Dan semoga artikel ini bias bermanfaat kepada semua yang membaca dan pembaca bisa mengamalkannya. Amiin !        
Allahumma Sholli ‘ala sayyidina Muhammad….

No comments:

Post a Comment

Search This Blog